TRADISI MERTI DESA/ SAPARAN KELURAHAN TEGALREJO TAHUN 1441 H / 2019 M


Banyak desa di Jawa yang masih dengan setia melaksanakan upacara merti desa sesudah panen raya. Upacara merti desa dilakukan bisa berbeda setiap tahun, maka itu pelaksanaan merti desa tidak mempunyai tanggal dan bulan yang pasti. Biasanya setiap desa melaksanakan tradisi ini berdasarkan penanggalan Bulan Jawa Sapar, Dulkaidah dan pada hari dan pasaran misalnya Senin Wage, Sabtu Kliwon, atau Minggu Kliwon. Pemilihan hari tersebut semata-mata mengikuti kebiasaan dari para leluhur desa sejak jaman dahulu dan sampai dengan saat ini penduduk desa tidak berani mengubah kebiasaan itu. Tradisi merti desa di Desa Tegalrejo Kota Salatiga dilaksanakan pada Bulan Jawa Sapar, oleh karena itu masyarakat Kelurahan Tegalrejo menyebutnya tradisi saparan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga menggelar acara Gebyar Saparan atau Merti Desa untuk yang kesekian kalinya sejak dahulu secara turun-temurun sebagai wujud ungkapan syukur kepada Sang Khalik atas berlimpah berkat dan karunia yang telah warga dapatkan selama ini.  Upacara ritual saparan merupakan pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Dalam upacara ritual tersebut akan dijumpai berbagai macam sesaji yang merupakan simbul rasa terima kasih dan permohonan kepada Gusti, menunjukkan rasa hormat kepada para leluhur, meminta supaya dhanyang menjalankan kewajibannya dengan baik dan untuk mengusir makluk-makluk halus yang jahat. Supaya tercapai keinginannya, orang menyembah kepada Tuhan dengan mengadakan upacara ritual tradisional dalam berbagai bentuk seperti kenduri, dengan mengadakan berbagai macam makanan dan sesaji, pagelaran wayang kulit, tayuban, atau tarian ritual. Sebelum pelaksanaan tradisi saparan, penduduk desa mengadakan persiapan yang cermat, yang dipimpin oleh Kepala Desa dibantu sebuah panitia. Penduduk desa bersama-sama akan membersihkan desanya secara fisik antara lain memperbaiki irigasi atau sumber air (dandan kali), membersihkan makam desa (bersih kubur), dan membersihkan tempat-tempat yang dianggap memiliki sejarah kusus dengan desanya, kemudian diteruskan dengan selamatan dan diakhiri dengan hiburan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga menggelar acara Gebyar Saparan atau Merti Desa untuk yang kesekian kalinya sejak dahulu secara turun-temurun sebagai wujud ungkapan syukur kepada Sang Khalik atas berlimpah berkat dan karunia yang telah warga dapatkan selama ini. 

Dan tak kalah pentingnya acara ini juga sebagai sarana menyatukan serta mengakrabkan warga di wilayah Kelurahan Tegalrejo dalam wujud kebersamaan melestarikan budaya tradisi nenek moyang yang luhur.

Partisipasi delapan RW di wilayah kelurahan Tegalrejo dalam rangka Gebyar Saparan/Merti Desa 2019/1441 M pada hari sabtu tanggal 26 Oktober 2019 yang tahun ini RW 03  bertindak sebagai panitianya dengan diketuai oleh bapak Suyadi

Kirab Budaya yang diikuti oleh seluruh lunsur masyarakat di wilayah Kelurahan Tegalrejo
Panggung kehormatan dalam rangka kirab budaya
Upacara Tumpengan sekaligus peresmian Panggung di Lapangan Bengkok
Ritual dandan kali yang berlokasi di Sumur Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *